Minggu, 22 Desember 2013

Rendahnya minat belajar bahasa indonesia



BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Bahasa merupakan alat komunikasi yang bersifat universal. Dengan bahasa manusia dapat mengungkapkan ide, perasaan, dan pesan kepada orang lain. Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah adalah mengembangkan keterampilan berbahasa baik secara lisan maupun tertulis. Keterampilan berbahasa yang dimaksud adalah keterampilan mendengarkan,berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada para siswa di sekolah. Tak heran apabila mata pelajaran ini kemudian diberikan sejak masih di bangku SD hingga lulus SMA. Maka dari itu diharapkan siswa mampu menguasai, memahami dan dapat mengimplementasikan keterampilan berbahasa, seperti membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Kemudian pada saat SMP dan SMA siswa juga mulai dikenalkan pada dunia kesastraan dimana dititikberatkan pada tata bahasa, ilmu bahasa, dan berbagai apresiasi sastra. Selama 12 tahun atau lebih  mereka merasakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di bangku sekolah. Selama itu pula mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak pernah absen menemani mereka, tetapi luar biasanya, kualitas berbahasa Indonesia para siswa yang telah lulus SMA masih saja jauh dari apa yang dicita-citakan sebelumnya, yaitu untuk dapat berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini masih terlihat dampaknya pada saat mereka mulai mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Kesalahan-kesalahan dalam berbahasa Indonesia baik secara lisan apalagi tulisan yang klise masih saja terlihat. Seolah-olah fungsi dari pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tidak terlihat maksimal.Terbukti dari berbagai artikel yang ada, banyak sekali kesalahan-kesalahan berbahasa Indonesia yang dilakukan oleh para mahasiswa saat penyusunan skripsi. Hal ini tidak relevan, mengingat sebagai mahasiswa yang notabenenya sudah mengenyam pendidikan sejak setingkat SD hingga SMU, masih salah dalam menggunakan Bahasa Indonesia.

B.   RUMUSAN MASALAH
1.        Mengapa Bahasa Indonesia kurang diminati?
2.        Apa dampak rendahnya minat belajar Bahasa Indonesia bagi siswa?
3.        Bagaimana cara menarik minat siswa dalam belajar Bahasa Indonesia?

C.       TUJUAN
1.        Untuk mengetahui mengapa Bahasa Indonesia kurang diminati
2.        Untuk mengetahui dampak rendahnya minat belajar Bahasa Indonesia bagi siswa
3.        Untuk mengetahui cara menarik minat siswa dalam belajar Bahasa Indonesia


BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Minat Belajar
Menurut Hardjana (1994), minat  merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan kecenderungan untuk dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu (Lockmono, 1994).
Menurut Gie (1998), arti penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan studi adalah
1.      Minat melahirkan perhatian yang serta merta.
  1. Minat memudahnya terciptanya konsentrasi.
  2. Minat mencegah gangguan dari luar
  3. Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan.
  4. Minat memperkecil kebosanan belajar belajar dalam diri sendiri.
B.       Alasan Bahasa Indonesia Kurang Diminati
Dewasa ini bahasa Indonesia kurang diminati oleh banyak pelajar. Ada beberapa alasan bahasa Indonesia kurang diminati, diantaranya :
1.      Rendahnya minat siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia, khususnya minat untuk membaca. Hal ini tergambar jelas pada situasi pembelajaran di kelas. Ketika guru menerangkan pelajaran kebanyakan dari siswa sibuk dengan kegiatannya masing-masing seperti menggambar, bermain pensil, bergurau dengan teman sebangku, dan lain-lain.
2.    Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia masih monoton dan bersifat teaching centre (berpusat pada guru), sehingga siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran dan hanya duduk mendengarkan penjelasan guru tanpa diberi kesempatan untuk melakukan aktivitas yang bermakna.
3.    Mata pelajaran bahasa Indonesia dianggap remeh oleh siswa. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa sehari-hari yang dipergunakan dalam berkomunikasi dengan orang lain dan tidak perlu dipelajari lebih mendalam lagi.



C.       Dampak Rendahnya Minat Belajar Bahasa Indonesia bagi Siswa
Rendahnya minat belajar bahasa Indonesia akan berdampak bagi perilaku siswa, seperti :
1.      Tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Siswa yang kurang memahami dalam penggunaan bahasa Indonesia akan sulit menerapkan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Misalnya dalam sebuah forum diskusi, siswa lebih sering menggunakan kata “aku” dibandingkan dengan kata “saya” dalam penyebutan dirinya sendiri.
2.      Banyak terjadi kesalahan dalam penulisan karya tulis.
Contohnya dalam penulisan proposal, makalah, skripsi, thesis, dan lain sebagainya.
3.      Rendahnya nilai mata pelajaran bahasa Indonesia.
Siswa yang menganggap remeh mata pelajaran bahasa Indonesia akan belajar kurang optimal, sehingga mendapatkan hasil yang kurang maksimal.
4.      Berkurangnya rasa nasionalisme.
Siswa seringkali mengesampingkan belajar bahasa Indonesia dan lebih mementingkan bahasa asing karena merasa bahasa asing lebih bergengsi. Hal ini jelas mengikis rasa cinta tanah air dan tidak mempunyai rasa bangga terhadap bahasanya sendiri sebagai bahasa persatuan .

D.      Cara Menarik Minat Siswa dalam Belajar Bahasa Indonesia
Selama ini, tampaknya pengajaran bahasa Indonesia di sekolah berlangsung kurang menarik, sehingga kurang mampu menumbuhkan minat siswa untuk mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Mereka umumnya mengikuti pelajaran bahasa Indonesia ‘karena terpaksa’ hanya demi absensi. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar bahasa Indonesia :
1.         Langkah pertama, adalah menciptakan suasana belajar-mengajar yang menarik dan menyenangkan agar siswa merasa nyaman dan dapat menikmati proses belajar mengajar. Penciptaan situasi yang demikian ini menuntut kreativitas guru dalam
2.        Langkah kedua yaitu dengan mengadakan pembelajaran di luar kelas. Pembelajaran di luar kelas akan memberikan suasana baru dan dapat menumbuhkan kreatifitas siswa.
3.        Langkah ketiga adalah memberi penghargaan pada siswa yang unggul dalam belajar bahasa Indonesia. Misalnya, memberi hadiah buku sastra atau buku yang berkaitan dengan bahasa Indonesia.
4.        Langkah keempat adalah menyediakan ruang berekspresi bagi siswa yang berbakat. Misalnya, menyediakan majalah dinding atau majalah sekolah untuk menampung karya-karya siswa, baik puisi, cerpen, essay, maupun resensi.
5.        Langkah kelima adalah meyakinkan pada siswa bahwa belajar bahasa Indonesia itu penting untuk diapresiasi, karena di dalamnya terkandung nilai-nilai positif yang penting diketahui dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa.

BAB III
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
Minat merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Ada tiga alasan mengapa bahasa Indonesia kurang diminati, diantaranya rendahnya minat siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia, metode yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia masih monoton dan bersifat teaching centre (berpusat pada guru), dan mata pelajaran bahasa Indonesia dianggap remeh oleh siswa. Sehingga berdampak pada beberapa hal, seperti tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, banyak terjadi kesalahan dalam penulisan karya tulis, rendahnya nilai mata pelajaran bahasa Indonesia, dan berkurangnya rasa nasionalisme. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar bahasa Indonesia, yaitu dengan menciptakan suasana belajar-mengajar yang menarik dan menyenangkan, mengadakan pembelajaran di luar kelas, memberi penghargaan pada siswa yang unggul dalam belajar bahasa Indonesia, menyediakan ruang berekspresi bagi siswa yang berbakat, dan meyakinkan pada siswa bahwa belajar bahasa Indonesia itu penting untuk diapresiasi.

B.       SARAN
Dari kesimpulan yang ada, perlu adanya kesadaran akan pentingnya belajar bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia adalah bahasa nasional dan sebagai identitas negara Indonesia.

Beberapa langkah untuk menimbulkan minat belajar menurut (Sudarnono, 1994), yaitu :
  1. Mengarahkan perhatian pada tujuan yang hendak dicapai.
  2. Mengenai unsur-unsur permainan dalam aktivitas belajar.
  3. Merencanakan aktivitas belajar dan mengikuti rencana itu.
  4. Pastikan tujuan belajar saat itu misalnya; menyelesaikan PR atau laporan.
  5. Dapatkan kepuasan setelah menyelesaikan jadwal belajar.
  6. Bersikaplah positif di dalam menghadapi kegiatan belajar.
  7. Melatih kebebasan emosi selama belajar.